Maknakata cermin yang bercetak miring pada baris pertama puisi tersebut. adalah .
Maknapuisi adalah maksud atau isi yang terkandung dalam puisi. Makna puisi dapat dilihat perbait ataupun secara keseluruhan puisi. Dalam menentukan makna pada suatu bait puisi, dapat dilakukan dengan cara: Membaca bait tersebut berulang-ulang. Menetapkan kata-kata yang termasuk lambang dan simbol. Berusaha memahami kata-kata yang termasuk
Ketigapuisi tersebut ada dalam buku kumpulan puisi karya beliau dengan judul buku "Inspirasi Tanpa Api" yang pertama kali cetak pada Agustus tahun 2018. Ada tiga ciri umum puisi, yang pertama adalah pola bunyi atau rima. Rima adalah penataan unsur bunyi yang ada dalam kata.
Puisiadalah suatu karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Kata cermin yang bercetak miring pada puisi bermakna kenyataan di dunia, karena cermin merefleksikan kenyataan yang ada (dalam diri seseorang yang bercermin). Maka: Cermin tak pernah berteriak; ia pun tak pernah Meraung, tersedan, atau terisak
Revolusihijau adalah perubahan cepat mengenai pembaruan teknologi pertanian dan peningkatan produksi pertanian, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Artikel Terkait: makna kata cermin pada baris pertama puisi tersebut adalah
Maknakata pelita pada puisi tersebut adalah? penerang dalam keluarga; hati yang menyejukkan; idaman bagi keluarga; penyejuk dalam keluarga; Semua jawaban benar; Jawaban yang benar adalah: A. penerang dalam keluarga.
. Cermin Cermin tak pernah berteriak ia pun tak pernah Meraung, tersedan atau berteriak Meski apapun terjadi terballik di dalamnya Barangkali ia hanya bisa bertanya Mengapa kau seperti kehabisan suara ? Sapardi Djoko Damono , Sihir Hujan , 1984 1. 1. Makna kata cermin yang bercetak miring pada baris pertama puisi tersebut adalah... A. Ketidakberdayaan seseorang B. Cermin untuk berkaca C. Mengintrospeksi diri D. Kenyataan di dunia E. Pengakuan dosa Pembahasan Makna kata cermin dalam puisi tersebut adalah ketidakberdayaan seseorang. Hal ini dapat terlihat dari puisi tersebut , yaitu cermin tak pernah berteriak ; ia pun tak pernah meraung , tersedak ataupun tersiak. 2. 2. Maksud isi puisi tersebut adalah... A. Kehidupan ini dapat terlihat dari cermin di hadapan kita B. Perjalanan seorang di dunia yang terbalik C. Dalam hati manusia ada sifat baik dan buruk D. Setiap orang harus mengintrospeksi diri E. Setiap manusia harus mempunyai suara hati nurani Pembahasan Maksud isi puisi tersebut adalah setiap orang harus mengintrospeksi diri. Hal in terlihat dari puisi tersebut , yaitu bayangan manusia di dalam cermin tidak berdaya untuk melakukan apa-apa. Namun orang yang memiliki bayangan seperti itu dapat bersikap sebaliknya . oleh karena itu , bayangan pada cermin dapat digunakan sebagai alat untuk mengintrospeksi dirinya karena bayangan itu tidak pernah melakukan perbuatan buruk. Ia hanya bisa terdiam di dalam cermin. 3. Berdasarkan masalah yang dihadapi di atas , penulis tergerak untuk menemukan penyebab meningkatnya kenakalan remaja akhir-akhir ini . 3. Perbaikan kata tercetak tebal menjadi kata bermakna luga dalam kalimat tersebut adalah... A. Bertujuan B. Berdiskusi C. Berbagi D. Berkeinginan E. Berkewajiban Pembahasan Kata tergerak dalam kalimat tersebut adalah kata kiasan. Agar kata tersebut maknanya menjadi lugas dapat diubah menjadi berkeinginan. 4. Judul Kerikil Tajam Dan Yang Terempas Dan Yang Putus 4. Perbaikan penulisan judul yang tepat sesuai EYD adalah... A. Kerikil Tajam dan Yang Terempas dan Yang Putus B. Kerikil tajam dan yang terempas dan yang putus C. Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus D. Kerikil Tajam dan yang Terempas Dan Yang Putus E. Kerikil Tajam Dan yang Terempas dan yang putus Pembahasan Penggunaan huruf kapital yang benar dalam judul tersebut adalah Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus. Kata yang dan dan merupakan konjungsi , yaitu kata atau ungkapan penghubung antar kata , antarfrasa , antarklausa, dan antarkalimat. Dalam penggunaannya konjungsi tidak perlu ditulis dengan huruf kapital , kecuali jika terdapat pada awal kalimat. 5. Cermati data buku berikut! Ulasan buku karya sastyagraha ini tidak mendalam dan tidak teliti karena desakan waktu yan gdisediakan kepada penulisnya. Buku ini merupakan catatan kesan-kesan pertama seorang pembaca. 5. kalimat resensi yang menyatakan kelemahan buku adalah.. A. Penulis buku tidak teliti dan tidak mendalam mengulas masalah B. Membaca, menikmati , dan menghayati cerpen satyagraha tidak sulit C. Buku tersebut disusun karena desakan penerbit D. Pengarang menceritakan secara mendetail karya cerpennya E. Pengarang dengan leluasa mengungkapkan kesan pertamanya Pembahasan Resensi adalah ulasan mengenai sebuah resensi yang menyatakan kelemahan buku adalah penulis buku tidak teliti dan tidak mendalam dalam mengulas masalah. Hal ini sesuai dengan kutipan tersebut , yaitu ulasan buku karya satyagraha ini tidak mendalam dan tidak teliti karena desakan waktu yang disediakan kepada penulisnya.
Sastra merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari sebuah kehidupan dimana di dalamnya terdapat kata-kata yang indah. Dalam bidang ilmu sastra ada tiga karya yang dihasilkan, yaitu prosa, drama, dan puisi. Puisi merupakan salah satu karya sastra yang memiliki tingkat kesulitas paling tinggi dibandingkan dengan hasil karya sastra yang lainnya. Karena di dalam puisi, seorang penyair dalam menyampaikan sebuah kisah atau kejadian yang sangat panjang dalam satu kata saja. Biasanya di dalam puisi dalam menyampaikan suatu amanat, makna, ideologi ataupun pendapat sang penyair menyampaikannya melalui kode tertentu. Dalam makalah ini akan membahas mengenai puisi Cermin, 1 dan Cermin,2 karya Sapardi Djoko Damono. Pada awalnya, saya tertarik dengan puisi Cermin, 1 karena puisi yang mengangkat sebuah judul cermin sangat menarik perhatian saya. Apalagi satelah diselidiki setelah puisi Cermin, 1 ini ada puisi yang dihasilkan oleh Sapardi Djoko Damono yaitu puisi Cermin,2 yang menimbulkan dugaan bahwa puisi tersebut masih berhubungan atau bersambung. Pada awalnya, Cermin, 1 menimbulkan sebuah prasangka bahwa angka satu yang dipakai sebagai judul dalam Cermin, 1 merupakan simbol yang menyampaikan sesuatu dalam puisi tersebut. Setelah diketahui ternyata ada puisi yang berjudul Cermin,2 yang di duga lanjutan dari puisi Cermin, 1. Dengan kenyataan ini, saya lebih tertarik untuk menelaah puisi tersebut untuk mengetaui apakah sebenarnya puisi Cermin, 1 dan Cermin,2 merupakan puisi yang berkelanjutan atau bahkan tidak sama sekali. Selain itu, judul kumpulan sajak yang digunakan oleh Sapardi Djoko Damono Perahu Kertas yang dicantumkan sebagai keterangan dalam puisi Cermin, 1 dan Cermin,2 merupakan daya tarik tersendiri untuk mengkaji Puisi ini. Karena kita ketahui bersama, Perahu Kertas merupakan salah satu judul sebuah film yang sangat terkenal dan banyak digandrungi masyarakat dimana film tersebut diangkat dari sebuah novel karya Dewi Lestari yang memiliki judul Perahu Kertas. Pada kenyataan tersebut, tentunya timbul sebuah pertanyaan besar mengapa judul kumpulan sajak karya Sapardi Djoko Damono ini memiliki judul yang sama dengan judul film yang diangkat dari novel karya Dewi Lestari. Dengan alasan tersebut, saya tertarik untuk menelaah puisi tersebut dalam kajian saya. Selain itu, dalam kajian ini juga akan membahas mengenai makna puisi Cermin, 1 dan Cermin,2yang dianggap sebagai puisi yang metafisis karena cermin merupakan sesuatau yang dapat menimbulkan bayangan dari benda yang ada di depannya, tetapi hanya bisa menimbulkan banyanangan yang sesuai dengan benda tanpa bisa melakukan apa-apa atau banyangan itu terkurung di dalam dan tidak dapat keluar. Jadi banyangan yang ada di cermin tersebut tidak dapat malakukan apa-apa. Inilah anggapan sementara dari judul yang dipakai oleh puisi ini yang menyebabkan saya menelaah makna metafisis Cermin, 1 dan Cermin,2 dengan dugaan dalam puisi tersebut menceritakan atau menyampaikan sebuah kejadian atau ide yang berhubungan dengan kejadian yang metafisis. Untuk menelaah makna metafisis tersebut, saya menggunakan metode semiotik yang mengartikan simbol-sombol yang ada dalam teks puisi tersebut unutuk mngetahui arti puisi dan menemukan makna yang ada di dalamnya. 1. Makna Metafisis dalam Puisi Cermin, 1 dan Cermin, 2 a. Puisi Cermin, 1 CERMIN, 1 Oleh Sapardi Djoko Damono cermin tak pernah berteriak;ia pun tak pernah meraung, tersedan, atau terhisak,meski apa pun jadi terbalik di dalamnya;barangkali ia hanya bisa bertanyamengapa kau seperti kehabisan suara? Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,1982. Cermin merupakan suatu benda yang dapat memantulkan bayangan yang ada di depannya. Bayangan itu sama persis dengan benda yang ada di depannya. Jika benda yang ada di depan kaca diam maka bayangan yang ada di dalam kaca juga akan diam, jika benda yng di depannya bergerak maka bayangan yang ada di dalam kaca akan ikut bergerak. Walaupun tidak semua kaca bisa merefleksikan benda yang ada di depannya dengan sempurna, karena ada kaca yang merefleksikan bayangan benda dengan arah berbeda atau terbalik. Meskipun terkadang cermin sepertu itu, “cermin tak pernah berteriak;”. Karena bayangan yang ada di dalam kaca selamanya akan diam, apabila kita berteriak dalam bayangan kaca, bayangan itu juga akan ikut teriak tetapi teriak yang tidak mengeluarkan suara. Banyangan hanya menunjukkan bagaimana ekspresi kita pada saat teriak. Karena cermin tak pernah berteriak dia berperan memantulkan bayangan benda yang ada di depannya, cermin itu merupakan benda mati. Cermin itu tidak dapat bersuara meskipun dia harus menampilkan bayangan dri benda yang dia tidak suka. Kenyataan tersebut mengakibatkan “ia pun tak pernah meraung, tersedan, atau terhisak,”. Seperti inilah keadaan kaca, walaupun kita memberikan goresan padanya yang dia tidak dapat melakukan sesuatu yang lebih untuk membela atau menyuarakan kesakitan meraung atas goresan tersebut. Dia tidak dapat mengungkapkan perasaan terhisak dan mengespresikan sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan keinginannya yang menyakitinya atau yang membuatnya terluka atau rusak. “meskipun apa pun jadi terbalik di dalamnya;” ini bukan merupakan keinginan cermin untuk membalik bayangan yang dia tangkap tetapi karena dalam suatu proses pemantulannya mengharuskan terjadi sesuatu yang membuat cermin memantulkan bayangan benda secara terbalik. Hal ini memberiakan sebuah kesan “barang kali ia hanya bisa bertanya”. Kaca tidak dapat berprotes, kaca tidak bisa menyuarakan pendapatnya. Walaupun apa yang terjadi terbalik sebuah realitas tidak sama dengan yang ada ada bayangannya, kaca tidak bisa melakukan apa-apa. Oleh karena itu, kaca sering dianggap “mengapa kau seprti kehabisan suara”. Artinya, kaca tidak bisa menyuarakan kehabisan suara segala sesuatu yang tidak sesuai dengan realitasnya yang mengakibatkan nasip yang buruk, ataupun sagala sesuatu yang tidak kita inginkan yang membuat kita tertekan, menderita kaca hanya bisa membisu. Dari puisi di atas, cermin ini menunjukkan sebuah kehidupan yang memiliki batas untuk bergarak terkekang. Batasan ini bukan merupakan batasan secara fisik saja yang membatasi ruang gerak seseorang dimana kehidupan yang digambarkan melalui kaca ini seseorang hanya bisa bergerak berdasarkan ketentuan yang sudah ditentukan, seperti kaca yang hanya akan memantulkan banyangan benda yang ada di depannya. Pada situasi lain, kaca juga menggambarkan kehidupan seseorang yang dibatasi secara batin juga. Karena cermin “ia pun tak pernah meraung, tersedan, atau terhisak,”. Di sini menggambarkan batin juga mengalami tekanan karena tidak dapat mengespresikan sesuatu yang mereka alami. Contoh suatu kejadian yang digambarkan cermin yang mengekang secara fisik adalah sebuah sistem yang dibuat oleh pemerintah. Meskipun sistem yang telah di tentukan oleh pemerintah baik sistem pendidikan maupun sistem yang lain yang ditentukan masyarakat kita tidak sesuai, tetapi sistem itu tetap dipaksakan. Bahkan sisitem yang telah di tentukan tersbut terkadang justru mempersulit keadaan. Contoh suatu kejadian yang digambarkan cermin yang mengekang secara batin adalah wartawan yang hudup pada masa kedudukan bapak Soeharto. Wartawan merupakan insane jurnalistik yang seharusnya menelisisk dan mengkritik segala sesuatu yang terjadi di dalam negara yang sudah tidak sesuai lagi atau menyimpang. Hal ini dilakuakan supaya ada perbaiakan dari kesalahan tersebut. Tetapi pada kenyataannya, kekuasaan yang berada di tangan tirani Soeharto dan adanya berbagai kasus orang yang berani sedikit tidak setuju maka dia akan menghilang. Dengan keadaan yang demikian, segala kasus atau sesuatu yang menyimpang tersebut tersimpan dengan baik dan “barang kali ia hanya bisa bertanya” wartawan tidak dapat menjalankan hak dan kewajibannya sebagai insane jurnalistik. Penjelasan di atas menggambarkan sebua kejadian yang metafisis yang digambarkan melalui cermin yang sudah diuraian di atas. Dimana cermin seharusnya mampu memberikan gambaran kekurangan dari benda yang bayangannya dia pantulkan sebagai koreksi untuk diperbaiki kekurangan tersebut. Apabila ada kelebihan, bayangan cermin juga akan memberikan gambaran secara nyata supaya kelebihan dapat dijaga. Tapi pada kenyataannya, cermin tidak bisa memnjalankan perannya, bahkan cermin mengalami nasip yang tragis sesuai keterangan yang sudah diterangkan di atas. b. Puisi Cermin, 2 CERMIN, 2 Oleh Sapardi Djoko Damono mendadak kau mengabut dalam kamar, mencari dalam cermin;tapi cermin buram kalau kau entah di mana, kalau kau mengembun dan menempel di kaca, kalau kau mendadak menetes dan tepercik ke mana-mana;dan cermin menangkapmu sia-sia Perahu Kertas,Kumpulan Sajak,1982. “mendadak kau mengabut dalam kamar, mencari dalam cermin;” menggambarkan suatu kejadian yang merubah situasi kamar menjadi remang mengabut bahkan tidak bisa di pantulkan bayangan dalam kaca tersebut. Karena keadaan tersebut, “kau” kaget mendadak terhadap perubahan keadaan tersebut. Dan dia mencari bayangan itu di dalam cermin yang tak dapat lagi memantulkan bayangan tersebut. Dalam keadaan ini digambarkan sebuah situasi yang membat tidak tenang, tidak nyaman, was-was dan cemas, menimbulkan rasa takut dalam keadaan yang “mendadak kau mengabut dalam kamar, mencari dalam cermin;”. Pada saat bekaca, “kau” tidak dapat melihat bayangannya karena cermin itu buram. Dia tidak tau di mana posisinya sekarang “kalau kau entah dimana”. Karena sebuah perubahan dimana “kau” tidak dapat menemukan posisinya di mana, seperti apa dia. Terjadi sebuah perubahan usaha menempel di kaca berubah lebih baik atau terlihat baik mengembun untuk mengembalikan keadaan tersebut pada tempatnya semula “kalau kau mengembun dan menempel di kaca, kalau”. Menggambar sebuah usaha pendekatan objek yang menjadi sumberdari bayangan terhadap kaca yang dapat menampilakan bayangan sehingga “kau” dapat melihat bayangannya lagi. Usaha itu sia-sia karena usahanya telah tertutup oleh kabut tersebut. Sehingga, “kau memdadak menetes dan terpercik kemana-mana;” embun itu terjatuh dan terpercik menjadi tetesan air menjelaskan sebuah keadaan dimana usaha kebaikan yang dilakukan itu tidak terliahat dan akhirnya terjatuh dan berantakan. Karena, sudah tidak terlihat bayangandalam kaca maka dia tidak dapat mengetahui kekurangannya yang harus ia perbaiki dan dia juga tidak mengetahui kelebihannya yang dapat ia pertahankan untuk untuk melindungi posisinya sehingga dia tidak terjatuh memdadak menetes dan terpercik kemana-mana. Dengan situasi tersebut, “dan cermin menangkapmu sia-sia”. Segala sesuatu yang telah diusahakan pada saat situasi telak berubah mengabut teah sia-sia. Cermin tidak bisa meihat usaha baik yang dilakukan cermin menangkapmu sia-sia. Dari berbagai uraian di atas, dapat ditangkap gambarang seseorang yang berada pada situasi tertentu yang telah mengalami perubahan tidak bisa mendapatkan sesuatu yang membuat dia tetap bertahan. Misalnya seorang pengusa di masa kelamnya tidak mendapat kritik dan saran dari bawahan yang dapat dia jadikan referesi supaya dia tetap dapat menyelesaika masa kelam tersebut, sehingga dapat embantunya keluar dari masalah ya ng mengancamnya. Karena dia tidak mendapatkan hal itu, maka dia jatuh dari posisinya menetes dan terpercik kemana-mana. Dan usaha yang dia lakuakan untuk mendekati bawahannya sia-sia karena sudah dibutakan oleh keadaan cermin menangkapmu sia-sia. Usaha yang sia-sia dan berbagai peristiwa yang telah diuraikan di atas menggambarkan sebuah kajadian yang metafisis. Contoh suatu kejadian yang digambarkan dalam puisi Cermin, 2, dahulu pada saat masa kedudukan bapak Soeharto para wartawan dibatasi ruang geraknya sehingga dilarang memmberitakan penyimpangan yang terjadi pada masa kepemimpinannya. Akibatna banyak penyimpangan yang dilakukan tidak terungkap tetapi langsung di rasakan oleh masyarakat. Seharusnya Soeharto tidak melakukan hal tersebut, karena pemberitaan berbagai penyeimpangan tersebut dapat membantunya untuk memperbaiki penyimpangan tersebut. Tetapi, karena Soeharto melakukan sebuah peraturan yang mengakibatkan berbagai pihak takut untuk mengatakan sebuak penyimpangan tersebut, Soeharto tidak mendapatkan peringatan dan masukan atas keasalahannya sehingga dia tidak memperbaikinya dan menimbulkan suatu perlawaan yang akhirnya menumbangkan kekusasaannya. Jadi wartawan dan pemberitaan bisa di jadikan sebuah kaca bagi para prtinggi untuk mengoreksi kesalahan yang harus di perbaiki dan terbuka terhadap masukan dankritikan dari berbagai pihak. c. Makna Matafisis Puisi Cermin,1 dan Cermin, 2 Makna metafisi yang terkandang dalam Cermin, 1 dan Cermin, 2, mereka memiliki nasip yang tragis dalam situasi mereka masing-masing. Pada Cermin,1 dimana sebagai cermin yang bertugas member sebuah gambaran untuk benda yang ada di depannya dia tidak dapat menjalankanperan dan haknya sebagai kaca yang member masukan dan kritikan terhadap sesuatu yang tidak baik bahkan menyimpang. Sehingga keadaan ini menimbulkan tekanan bagi kaca, baik seara fisik dan batin. Dalam puisi Cermin,2 menceritakan makna metafisi yang dialami oleh benda yang berkaca tersebut. Karena keadaan telah berubah, dialah yang rugi dengan keadaan tersebut. Walaupun dia telah berusaha untuk mmemberu yang terbaik tetap hal itu telah tertutup olek keburukan skeadaan mengabut tersebut. Tahun yang dituliskan oleh Sapardi Djoko Damono yaitu tahun 1982 memberikan kesan bahwa PuisiCermin,1 dan Cermin, 2 ini menggambarkan keadaan pada masa kedudukan bapak Soeharto yang benar-benar metafisis. Pada cermin, 1 menggambarkan suatu keadaan masyarakat kita yang pada zaman dahulu masa kedudukan bapak Soeharto dipaksa untuk mengikuti peraturan yang beliau terapkan. Banyak masyarakat yang dilarang berpendapat, mengekspresikan ketiadak puasan terhadap suatu keadaan, protes terhadap ketidak adilan, dan berbagai kebebasan masyarakat yang sangat terkekang Cermin,1. Pada Cermin,2 menceritakan keadaan bapak Soeharto sendiri yang telah melakukan berbuatan yang telah diurakan di asatas. Sehingga, karena perbuatannya tersebut, beliau kehilangan kesempatanya untuk melihat bayangannya sendiri. Beliau tidak bisa melihat kekurangan yang dapat menjatuhkan beliau hingga pada saat 1998 belau lengser. Judul kumpulan sajak yang sengaja ditampilkan juga memberi sebuah kesan metafisis terhdap puisiCermin,1 dan Cermin, 2 tersebut. Karena perahu kertas bukan merupakan perahu yang kuat untuk berlayar, dia akan mudah rusak, dan lunak apabila terkena air. Keadaan ini sangat cocok apabila disatukan dengan masa 1982 yang merupakan bagian dari masa orde baru yang sangat metafisis tersebut. Judul sajak yang dicantumkan dalam puiisi yang sempat menarik perhatian karena memiliki persamaan dengan judul film yang diangkat dari novel Dewi Lestari, bisa diangggap bahwa Dewi Lestari pada saat menulis terinspirasi dari salah satu sajak yang tergabung menjadi satu dalam kumpulan sajang dengan puisi Cermin, 1dan Cermin, 2 yang memikili judul yang sama bahkan alur cerita yang sama. 2. Hubuangan Puisi Cermin,1 dan Cermin,2 Berdasarkan urain di atas, maka dapat kita pahami bersama bahwa puisi Cermin,1 dan Cermin,2memiliki keterkaitan. Tetapi, hubungan katerkaitan mereka bukan hubungan yang bahwa puisiCermin, 2 merupakan lanjutan dari puisis Cermin, 1. Karena berdasarkan isi dan makna yang di samapaikan, kedua puisi tersebut menggambarkan dua situasi yang saling lepas tetapi saling mempengaruhi. Seperti hubungan sebab-akibat. Jadi lambang angka yang dipergunakan dalam judul puisi tersebut bukan sebagai penanda bahwa puisi itu bersambung tetapi menandakan puisi itu saling berhubungan nyang menimbulkan hubungan timbal-balik atau sebab akibat. Dimana pusi Cermin, 1 mengambarkan mengenai masyarakat yang diabaikan oleh pemimpinnya, dan Cermin, 2 mengggambarkan akibat pemimpin apabila dia mengabaikan posisi masyarakat dan membuat masyarakat seperti pada gambaran puisiCermin, 2. 1. Simpulan Puisi Cermin, 1 dan Cermin, 2 merupakan puisi karya Sapardi Djoko Damono yang merupakan salah satu puisi dari kumpulan sajak yang diberi judul Perahu Kertas. Puisi ini memiliki makna metafisis karena di dalam kedua mpuisi tersebut memiliki sebuah cerita kehidupan yang tragis. Makna puisi Cermin, 1 merupakan gambaran kehidupan metafisis seseorang yang seharusnya dapat memberikan sebuah koreksi, masukan, pendapat, kritik dan saran, tetapi dia tak dapat melakukan peran tersebut karena suatu keadan yang tidak memungkinkan. Kejadian ini digambarkan melalui puisi Cermin, 1. Makna puisi Cermin, 1 merupakan gambaran kehidupan metafisis seseorang yang tidak lagi mendapatkan koreksi, masukan, pendapat, kritik dan saran, karena keadaan yang telah berubah. Walaupun seseorang itu telah berusaha memberi kebaikan, hal itu tidak membuatnya mendapatkan yang diinginkan tersebut. Karena lambang tahun yang dimunculkan sebagai keterangan puisi tersebut dapat menjelaskan bahwa puisi ini menggambarkan keadaan pada masa kedudukan bapak Soeharto yang benar-benar metafisis. Pada puisi Cermin, 1 menggambarkan suatu keadaan masyarakat kita yang pada zaman dahulu masa kedudukan bapak Soeharto dipaksa untuk mengikuti peraturan yang beliau terapkan. Banyak masyarakat yang dilarang berpendapat, mengekspresikan ketiadak puasan terhadap suatu keadaan, protes terhadap ketidak adilan, dan berbagai kebebasan masyarakat yang sangat terkekangCermin,1. Pada Cermin,2 menceritakan keadaan bapak Soeharto sendiri yang telah membuat peraturan yang beliau terapkan. Banyak masyarakat yang dilarang berpendapat, mengekspresikan ketiadak puasan terhadap suatu keadaan, protes terhadap ketidak adilan, dan berbagai kebebasan masyarakat yang sangat terkekang. Sehingga, karena perbuatannya tersebut, beliau kehilangan kesempatanya untuk melihat bayangannya sendiri. Beliau tidak bisa melihat kekurangan yang dapat menjatuhkan beliau hingga pada saat 1998 beliau lengser. DAFTAR PUSTAKA Kleden, Ignas. 2004. Sastra Indonesia Dalam Enam Pertanyaan. Jakarta Pusaka Utama Grafiti. Natia, I K. 2008. Teori dan Periodesasi Sastra Indonesia. Surabaya BINTANG. Pradopo, Rachmat Djoko. 1987. Pengkajian Puisi. Yogyakarta Gajah Mada University Press.
Berikut ini contoh soal puisi dan pembahasannya yang bisa anda baca dan pahami dengan baik. beberapa soal dibawah ini diambil dari kelas 8, 10, 11 dan 12. Beberapa soal juga berasal dari soal ujian nasional, unbk, ujian harian dan dibawah ini juga membahas banyak hal-hal terkait puisi, mulai dari menentukan isi puisi, tema puisi, bentuk puisi, makna puisi dan masih banyak lagi. Pada bagian bawah anda juga bisa mendownload soal tersebut dalam bentuk dokumen atau PUISI1. Simaklah puisi berikut!Tembang untuk IbundaSendang MulyonoGemericik air mengalir jernihPercikkan ke muka segar rasanyaIkan berlumban tak kenal sedihGerak gembira jiwa merdekaIbundaKasihmu tak pernah kemarauMeski waktu merambat makin tuaAku kini bukan bocah lagiTelah beranjak, berpikir, dan berasaTerbayang dulu menangis manja disuapiTengan lembut kasihmu menyentuh jiwa………………………………………….Jika kita membaca puisi di samping yang bertemakan kasih saying pada ibunda tersebut, suasana yang tergambarkan dari penggalan isi puisi adalah . . . .a. sendub. syahduc. sedihd. gembirae. riang2. Baris puisi yang dibacakan dengan gembira adalah . . . .a. /Gemericik air mengalir jernih/b. /Percikan ke muka segar rasanya/c. /Meski waktu merambat makin tua/d. / Aku kini bukan bocah lagi/e. / telah beranjak,berpikir, dan berasa//Aku kini bukan bocah lagi//Telah beranjak, berpikir, dan berasa/ puisi di atas menggambarkan seseorang yang telah memiliki. . . .a. kemauan dalam dirinya b. keinginan dalam dirinyac. kesadaran dalam dirinya d. kepercayaan dalam dirinyae. kesanggupan dalam dirinya4. Makna “berasa” dalam penggalan /telah beranjak, berpikir, dan berasa/ adalah. . . .a. mempunyai rasa kerinduan kesadarand. mempunyai harapan e. mempunyai kenangan5. Kata yang dibaca dengan penekanan aksentuasipada penggalan baris puisi//Tangan lembut kasihmu menyentuh jiwa//adalah . . . .a. tangan dan lembut\b. lembut dan kasihmuc. kasihmu dan menyentuhd. menyentuh dan dan jiwa6. Simak penggalan puisi berikut!Pahlawan………………………………….Pahlawan…Jika aku besar nantiKuingin ikuti semangat juangmuUntuk membangun negeri iniWahai generasi mudaBangkitlah engkau dari tidurmuIkutlah jejak para pahlawan bangsaDemi kejayaan nusantara tercintaMartaBait pertama penggalan puisi di atas menyiratkan makna . . . .a. keinginan dan janji penyairb. kepiluan dan kesedihan penyairc. keinginan dan kegembiraan penyaird. kesungguhan dan keputusasaan penyaire. kebangkitan dan kesadaran penyair7. Jika puisi itu dibacakan, nada dalam membaca bait kedua penggalan puisi tersebut yaitu. . . .a. rendah b. sedang c. tinggi d. lembut Baris-baris puisi berikut yang bukan menggambarkan keromantisan adalah . . . .a. //Kuterpaku dalam diamku/ saat matamu memandangku penuh kehangatan//b. //kurasa semakin deras aliran darahku/ hingga kuterlena dalam khayalan//c. //dibalik sinar matamu/kutemukan setitik cahaya//d. //bagai kerikil tajam/ yang menusuk jantungku//e. // baru terasa/ Cinta butuh kenikmatan//Baris-baris puisi di samping menggambarkan. . . .a. kemanusiaan b. keromantisanc. keduniawian d. kereligiusane. keheroikan9. // Nikmati senja bersama pelangiNya//// menikmati pasir dan ombak manjaNya////nikmat syair lirihNya////bukankah cintaNya sungguh indah////menikmati bulir dan bias cintaNya//Isi tersirat dari puisi di sebelah kanan ini adalah. . . .a. Penyair sangat merindukan kekasihnya yang tak kunjung datingb. Penyair dalam mimpi menemui kekasihnya tanpa kata-katac. Seseorang yang dicintai penyair hanya ada dalam angan-angand. Seseorang terlalu berlebihan dalam mengekspresikan cintae. Penyair sangat merindukan pertemuan dengan Tuhan, kekasihnya kekasihkuAku manusiaRindu rasaRindu rupaDi mana EngkauRupa tiadaHanya kata merangkai hati11. Cermati puisi berikut!11. Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopanLewat perut anak-anak kelaparanTuhan telah menegurmu dengan cukupmenahan kesabaranLewat gempa bumi yang mengguncangDeru angin yang meraung-raung kencangHujan badai yang melintang-lintangAdakah kau denganTema puisi di atas adalah . . . .a. Bencana alam yang terjadi untuk mengingatkan manusiab. Diingatkan manusia akan datangnya bencana alamc. Peringatan Tuhan kepada manusia lewat bencana alam yang terjadid. Bencana alam dan kemiskinan duniae. Berkelakuan baik supaya tidak dilanda bencana12. Perhatikan puisi berikut ini!KartiniSendang MulyonoDi ruang gelapTema minor jenis puisi baru di samping adalah . . . .a. Emansipasi kaum ningratb. Emansipasi rakyat jelatac. Harapan akan emansipasi wanitad. Kehidupan para selir pada masa penjajahane. Kemenangan kaum perempuanKau tulis harapanDunia akan terangJika ada cahaya perempuanTak melulu mengurus dapur dan kasurTak melulu jadi pendampingDi percaturan ramai tak terasa asingKartini lembut berkataTapi tajam maknanyaKartini santun bersikapTapi cerdas dan sigapKartini lambing sejatiDi ruang gelap dia berharapCahaya perempuanMenembus kemenangan13. Baris-baris puisi “Kartini” di atas yang menunjukkan tema puisi tersebut adalah. . . . .a. /mengurus dapur dan kasur/, /jadi pendamping/b. /di percaturan ramai tak terasa asing/c. /Kartini lembut berkata/, /tapi tajam maknanya/d./Di ruang gelap dia berharap/, /cahaya perempuan/, /Menembus kemenangan/e./Kartini lambing sejati/, /Kartini santun bersikap/14. Baris puisi berikut yang menggambarkan terusirnya sebuah kedamaian adalah . . . .a. /saling bantu, saling kasih/b. /perang sungguh kejam/c. /Bergandeng tangan membangun damai/d. /Bermekaran jiwa-jiwa bahagia/e. / Di taman damai nan indah/15. Judul puisi berikut yang menggambarkan keindahan alam adalah . . . .a. Pahlawan Tak Dikenal b. Gajah Mada c. Nyanyian Pagi Anak Jalanand. Senja di Pantai Kuta e. Indonesia Kemarau16. Penggalan puisi berikut ini yang menggambarkan tema religi adalah . . . .a. Hidup seperti mimpiLaku lakon di layar trekelarAku pemimpi lagi menariSedar siuman bertukar – tukarb. Aku bertanyaTapi pertanyaan-pertanyaankumembentur jidad penyair-penyair salonc. Di Pintu-Mu aku mengetukAku tidak bisa berpalingd. Ibundakasihmu tak pernah kemaraue. dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan17. MenyesalPagiku hilang sudah melayang Hari mudaku sudah pergi Sekarang petang datang membayang Batang usiaku sudah tinggiAli HasymiMajas personifikasi dalam puisi di atas terdapat dalam baris ....a. 1 dan 2 b. 2 dan 3 c. 1 dan 4 d. 3 dan 4 e. 1 dan 318. Persarmaan bunyi yang terdapat pada baris pertama puisi di atas adalah....a. hilang dan membayang b. pagiku dan hilang c. pagiku dan melayangd. sudan dan melayang e. pagiku dan tinggi19. SawahSawah di bawah emas padu Padi melambai melalai terkulai Naik suara salung serunai Sejuk didengar mendamaikan kalbuMakna emas pada puisi di atas adalah ....a. mahal b. berkilau c. layu d. menguning e. puso20. Suasana yang terdapat dalam puisi Sawah di atas adalah ....a. gembira b. haru c. sedih d. bangga e. Yakin21. Salah satu ciri yang menandai puisi tergolong modern adaiah .....a. berisi sebuah nasihat b. ada persamaan bunyi yang teraturc. biladibacamenimbulkan iramayangtetap d. jumlah kata yang tidak tentue. masih menggunakan bahasa Melayu22. Nilai dalam puisi yang mengangkat aspek kejiwaan disebut nilai....a. psikologis b. sosiologis c. moralis c. filosofis23. Hal berikut tidak ditemukan dalam puisi yaitu....a. baris-baris yang membentuk baitb. sebuah puisi terdiri dari beberapa baitc. keindahan berupa iramadan persajakand. gaya bahasa dan pengutamaan perasaane. kritik-kritiksosial yang tajam dan menghujat24. Tema puisi adaiah ....a. cara penceritaan dalam puisi b. jalan cerita c. jumlah baris dalam baitd. bunyi persajakan e. ide-idepokok yang terkandung dalam puisi25. Pahlawan Tak DikenalSepuluh tahun yang lalu, dia terbaringTetapi bukan tidur, sayangSebuah lubang peluru bundar di dadanyaSenyum bekunya berkata, kita sedang perangDia tidak tahu bilamana ia datangKedua tangannya memeluk senapanDia tidak tahu untuk siapa dia datingKemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang…………………………………………….Toto Sudarto BahtiarPuisi Pahlawan Tak Dikenal menuturkan tentang . . . .a. Seseoran yang sedang berjuang di medan perangb. Pemimpin perang sedang memimpin pertempuranc. Kematian seorang pejuang karena tertembakd. Seseoran yang terbaring sakit karena tertembak di medan pertempurane. Pejuang yang berjuang pada pertempuran di Surabaya tanggal 10 November 194526. Orang yang diungkapkan dalam puisi Pahlawan Tak Dikenal adalah seorang yang ikhlas membela bangsa, yang diisyaratkan dengan kalimat . . . .a. Dia terbaring tetapi bukan tidur b. Dia tidak tahu bilamana dia datingc. Dia memeluk senapan d. Matinya sambil tersenyume. Ada sebutir peluru di dadanya27. Tema puisi Pahlawan Tak Dikenal adalah . . . .a. sosial b. religious c..heroisme d. romantisme e. humanism28. Rima puisi Pahlawan Tak Dikenal bait pertama adalah....a. a-b-a-b b. b-a-a-b c. a-b-b-a d. a-a-b-a e. a-b-c-d29. Keindahan puisi di atas terlihat dari kepandaian penyair memilih kata. Salah satunya adalahkata terbaring. Makna kata tersebut adalah ....a. Tidur b. Pingsan c. sakit d. Gelisah e. gugur30. Orang yang diungkapkan dalam puisi Pahlawan Tak Dikenal adalah seorang yang ikhlas membela bangsa, yang diisyaratkan dengan kalimat . . . .a. Dia terbaring tetapi bukan tidurb. Dia tidak tahu bilamana dia datingc. Dia memeluk senapand. Matinya sambil tersenyume. Ada sebutir peluru di penggalan puisi berikut!Dengan bermandi matakuminta ampunanMuAlangkah jauh jalan yang harus kutempuhSebelum sempat di hadiratMu bersimpuhMaksud penyair untuk menggambarkan kehidupan yang terasa susah, Nampak dalam baris .. . . .a./Dengan bermandi/b./kuminta ampunanMu/c./Alangkah jauh/d./jalan yang harus kutempuh/e./di hadiratMu bersimpuh/32. Di AkuariumKulihat ikan-ikan berenangan alangkah nyaman dan tenanghidup tanpa persoalan. Betapa ingin aku menjadi ikan!Dari balik kaca, matanya cemburu memandangBarangkali ingin menjadi manusia, menjadi akuYang pergi memancing di hari minggu.Ajib RosidiMenilik isinya, puisi tersebut termasuk jenis . . . .a. balada b. elegi d. ode e. satire33. Cermati puisi berikut!Jika bayang telah pudardan elang laut pulang ke sarangangin bertiup ke benuaTiap-tiap akan kering sendiridan nahkoda sudah tahu pedomanboleh engkau dating padakuSurat dari Ibu,Asrul SaniMakna lambang dari dan nahkoda sudah tahu pedoman adalah . . . .a. sudah mencari pedoman hidup b. sudah menemukan arah dan tujuanc. sudah mempunyai pasangan hidup d. sudah berilmu dan berpengetahuane. sudah menjadi nahkoda berpengalaman34. Bacalah puisi berikut!Malam tibaHari sudah senjaAlam mulai sunyiBurung-burung semuaTelah berhenti bernyanyiAnak gembala kerbauMenghalau ternaknyaPulang menuju dangauJauh di tepi lembahIbu SudPuisi di atas menggambarkan suasana. . . .a. kesunyian malam b. kegelapan malam c. kedamaian malamd. ketenangan malam e. kesendirian malam35. Simak penggalan puisi berikut!Ombak memecah di tepi pantaiAngin berhembus lemah lembutPuncak kelapa mwlambai-lambaiDi ruang angkasa awan bergelut.“Teluk Jakarta” karya Amir HamzahMajas yang digunakan dalam penggalan puisi tersebut adalah . . . .a. perbandingan b. personifiksi c. metafora d. eufemisme e. akhir yang digunakan dalam penggalan puisi tersebut adalah. . . .a. a a a a b. a a b b c. a b a b d. a b c d e. a b b a37. Kau kandil kemerlapPelita jendela di malam gelap“PadaMU Jua” karya Amir hamzahPenggalan puisi di atas menggunakan majas . . . .a. perbandingan b. personifiksi c. metafora d. eufemisme e. hiperbola38. Bacalah puisi berikut!Cintaku Jauh di PulauCintaku jauh di pulauGadis manis, sekarang iseng sendiriPerahu melancar, bulan memancarDi leher kukalungkan ole-ole buat si pacarAngin membantu, laut terang tapi terasaAku tidak kan sampai padanyaDi air yang terang, di angin mendayuDi perasaan penghabisan segala melajuAjal bertahta sambil berkata“Tujuan perahu ke pangkuanku saja”Amboi jalan sudah bertahun kutempuhPerahu yang bersama kan merapuhMengapa ajal memanggil duluSebelum berpeluk dengan cintaku!?Chairil AnwarKata cintaku dalam puisi tersebut dapat diartikan sebagai berikut, kecuali. . . .a. cita-cita b. pujaan hati c. kekasih d. harapan e. harta kekayaan39. Jaring- JaringKali ininelayan menebar jarring di lautmenangkap ikankali iniTuhan menebar jarring mautmenangkap insanePiek ArdiantoMaksud puisi tersebut adalah. . . . .a. menggambarkan kekuasaan nelayan b. menunjukkan kekuasaan Tuhanc. menggambarkan pekerjaan manusia d. membedakan kekuasaan manusiae. menunjukan perbedaan waktu menebar jaring40. Makna lambing kata jarring maut dalam puisi tersebut adalah . . . .a. penderitaan b. kekhawatiran c. kesulitan d. kesedihan e. kematian41. Amanat puisi Jaring-jaring adalah . . . .a. Tuhan sangat perkasa sehingga tidak bisa Nasib manusia sama dengan ikan di Manusia dapat menentukan nasibnya Semua manusia akhirnya akan menghadap carilah rejeki di Laut dengan menangkap Terbuka BungaTerbuka bunga dalam hati!Kembang rindang disentuh bibir kesturimuMelayah-layah mengintip restu senyumanmuDengan mengelopaknya bunga ini, layulah bunga lampau, sunting hatiku, dalam masa mengembara menanda Inilah bunga sejati yang tiadakan layu!“Nyanyi Sunyi”14Puisi Terbuka Bunga melambangkan perasaan penyair, seperti yang terdapat dalam baris puisi yang berbunyi. . . .a. /terbuka bunga dalam hati/ b./melayah-layah mengintip/c./layulah bunga lampau/ d./masa mengembara/e. /tiada kan layu/43. PermintaanMendengar ombak pada hampirkuDebur mendebur kiri dan kananMelagukan nyanyi penuh santunanTerbitlah rindu ke tempat lahirkuSebelah timur pada hampirkuDiliputi langit berawan-awanKelihatan pulau penuh kebenaranItulah gerangan tanah airkuDi mana laut debur-mendeburSerta desir tiba di pasirDi sanalah jiwaku mulai bertaburDi mana ombak sembur menyemburMembasahi barisan sebelah pesisirDi sanalah hendaknya aku berkubur puisi tersebut adalah . . . .a. rasa cinta yang dalam terhadap tanah hidup atau mati seseorang penuh peperangan batin dan jasmani untuk memilih keindahan tanah tempat perjalanan selama hidup seseorang di Cermati penggalan puisi di bawah ini!Ku tak akan mengerti bagaimana kesepiankuMenghadapi kemerdekaan tanpa rasa cintaKau tak akan mengerti segala lukaku karena cinta telah menyembunyikan pisaunyaMembayangkan wajahmu adalah siksaKesepian adalah ketakutan dan kelumpuhanEngkau telah menjadi racun bagi darahkuApabila aku dalam kangen dan sepi itulah berarti aku tungku tanpa apiRendraTema puisi di atas adalah . . . .a. kegelisahan b. kemerdekaan c. ketakutan d. kelumpuhan e. kerinduan45. AKUaku ini binatang jalangdari kumpulannya terbuangbiar peluru menembus kulitkuaku tetap meradang menerjangChairil AnwarPenggalan puisi di atas menggambarkan ....a. ketidak pedulian b. kesakitan c. Kesedihan d. kegembiraan e. kelucuanDownload Soal Puisi
Setelah mengetahui pengertian puisi secara umum, langkah selanjutnya dalam menulis puisi adalah menentukan baris dan bait dari tema yang membuatnya, terlebih dahulu harus memahami pengertian baris dan bait dalam demikian? Karena baris dan bait merupakan salah satu unsur utama penyusun BarisBaris disebut juga larik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI tertulis bahwa baris adalah deret, leret, banjar, dan puisi memiliki jumlah baris yang berbeda-beda tergantung keinginan pengarangnya. Dalam setiap baris bisa terdiri dari satu kata saja, beberapa kata yang membentuk frasa, atau bisa juga berupa yang perlu diingat bila membuat puisi adalah jangan terlalu banyak jumlah barisnya karena akan menimbulkan kesan bertele-tele dan kurang baris dalam pengertian puisi lama dan puisi baru masih terikat dengan aturan-aturan yang ada. Jumlah kata dan suku kata dalam setiap baris pun dengan puisi baru, pengarang memiliki kebebasan sendiri dalam menentukan jumlah baris dalam puisinya. Disini juga akan diberikan penjelasan mengenai perbedaan Pantun dan syair dalam bentuk puisi terdapat beberapa jenis gaya bahsa dalam puisi yang terdiri dari gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa pertentangan, dan gaya bahasa merupakan contoh baris dalam puisi lama dan puisi lamaPantunPergi tamasya ke Surakarta baris 1Jangan lupa beli batik baris 2Manusia hidup di dunia baris 3Harus selalu berbuat baik baris 4Puisi baruBaladaFermentasi asa baris 1Mengharap sempurna baris 2Bentuk utuh nan konyol baris 3Rasa, karsa tempe baris 4Pembungkus yang berjasa baris 1Penuh kisah bertulis duka lara baris 2Dibuang tanpa dibaca baris 3Pembungkus tempe baris 1Bukan plastik tapi kertas usang tak terpakai baris 2Masihkah ada yang membelai sebelum membuangnya? baris 3 Karya RendraPengertian BaitBerikut pengertian bait dalam menurut para yaitu satu kesatuan dalam puisi yang terdiri atas beberapa baris, seperti pantun yang terdiri atas empat dibaca “ba-it adalah bagian dari teks berirama puisi atau lirik lagu yang terdiri dari beberapa baris yang tersusun harmonis, menyerupai pengertian paragraf dalam sastra atau tulisan juga diartikan sebagai satu kesatuan dalam puisi yang terdiri atas beberapa baris, seperti pantun yang terdiri atas empat pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa bait merupakan kumpulan baris yang terangkai menjadi kesatuan padu yang bait dalam puisi adalahUntuk memisahkan topik satu dengan topik memiliki fungsi yang sama dengan jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama dalam bait di dalam puisi memiliki konsep masing-masing yang tersaji dalam tujuan yang bait dapat tersusun dari baris-baris yang berima maupun tidak bait dalam puisi lama terikat oleh kaidah-kaidah yang telah ditetapkan sedangkan dalam puisi baru jumlahnya bebas dan tidak bawah ini merupakan contoh bait dalam lamaSyairWahai muda, kenali dirimuIalah perahu tamsil hidupmuTiadalah berapa lama hidupmuKe akhirat jua kekal hidupmu —- bait 1—— Hai muda arif budimanHasilkan kemudi dengan pedomanAlat perahumu jua kerjakanItulah jalan membetuli insan —- bait 2——Puisi baruKarawang – BekasiKami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasitidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagiTapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendegap hati ? —- bait 1——Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debuKenang, kenanglah kami —– bait 2——Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa —– bait 3——Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan —- bait 4——Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa, Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkataKaulah sekarang yang berkata —– bait 5——Kami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak —– bait 6——Kenang, kenanglah kamiTeruskan, teruskan jiwa kamiMenjaga Bung Karno menjaga Bung Hattamenjaga Bung Sjahrir —- bait 7——Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian —- bait 8—— Kenang, kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debuBeribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi …. —- bait 9——Demikian ulasan tentang pengertian baris dan bait dalam puisi berikut contohnya semoga bermanfaat.
Puisi adalah suatu karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Kata cermin yang bercetak miring pada puisi bermakna kenyataan di dunia, karena cermin merefleksikan kenyataan yang ada dalam diri seseorang yang bercermin. Maka Cermin tak pernah berteriak; ia pun tak pernah Meraung, tersedan, atau terisak Sama dengan Kenyataan di dunia tak pernah berteriak; ia pun tak pernah Meraung, tersedan, atau terisak Dengan demikian, jawaban yang benar adalah pilihan D.
makna kata cermin pada baris pertama puisi tersebut adalah