11 Indonesia Menurut Lonely Planet, ada sejumlah etika bagi wisatawan asing saat ke Indonesia. Ada 5 poin utama yang dianggap harus diperhatikan saat ke Indonesia. Pertama adalah tempat ibadah, turis diimbau untuk bersikap sopan saat memasuki tempat yang dianggap suci dengan melepas sepatu dan berpakaian tertutup, apalagi Masjid.
Berdirilahdi Sisi yang Tepat. Etika di Eskalator (theculturetrip.com) Di eskalator di area Kanto, orang-orang akan berdiri di sebelah kiri, dan menyisakan sisi kanan untuk berjalan. Sementara di area Kansai, kamu harus berdiri di sebelah kanan. Jadi, jangan sampai lupa dan menghalangi orang yang buru-buru ya!
Selainsumpit, yang membuat Jepang berbeda yaitu keberadaan handuk basah disetiap tempat makan. Berikut adalah sepuluh keunikan tata cara makan di Jepang. 1. Posisi Duduk dalam tata cara makan di Jepang. Pada saat makan tidak hanya memperhatikan penggunaan alat-alat makan dan bagaimana cara menyantap makanan tersebut.
DiIndonesia, mengunyah makanan tanpa mengeluarkan suara atau
Etikaprofesi ini dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Etika Di Jepang Saat Rapat Yang Tidak Boleh Dilakukan Adalah. Gaya komunikasi sebenarnya merupakan bagian dari etika rapat. Pada saat pertemuan setiap orang yang berbicara. Kita semua tahu orang Jepang sangat sopan dan ramah, itulah sebabnya banyak pelancong yang mencoba.
Takseperti di Indonesia, etika makan di 5 negara ini terkesan unik 1. Cina.. Kalau biasanya menghabiskan makanan tanpa sisa adalah hal wajib, maka berbeda dengan Cina. Negeri Tirai Bambu 2. Jepang.. Makan dengan sumpit di Jepang adalah hal biasa, tapi jangan sekali-kali membiarkan sumpit berada
. Sudah tahu etika makan di Indonesia ini? Setiap negara memiliki etika makan yang mungkin berbeda dari negara lainnya. Terlepas dari aturan table manner jamuan resmi, terdapat beberapa hal yang dipengaruhi oleh budaya. Misalnya, menyeruput makanan berkuah di Jepang merupakan sesuatu yang wajar karena menunjukkan bahwa hidangan tersebut enak. Namun, di beberapa negara lain, termasuk Indonesia, mungkin hal tersebut dianggap mengganggu dan kurang sopan. Contoh lainnya, di Mesir bersendawa saat makan dianggap sebagai bentuk pujian bahwa hidangan tersebut lezat. Namun, di etika negara lainnya hal itu kurang pantas dilakukan. Etiket Makan di Indonesia1. Cara duduk2. Etika berinteraksi saat makan3. Alat makan4. Etika sendawa, batuk, bersin5. Etika bercengkrama saat makan Etiket Makan di Indonesia Indonesia pun memiliki etika makan tersendiri yang mungkin berbeda dari negara lainnya. Yuk, kita ketahui etika makan di Indonesia berikut! 1. Cara duduk Source Etika cara duduk di Indonesia mungkin tak jauh berbeda dari negara lainnya, salah satunya tidak bersandar ke belakang ketika makan. Lalu, ada juga beberapa etika lainnya yang dipengaruhi oleh budaya. Di Indonesia juga terdapat cara duduk lesehan’ ketika makan yang berarti makan bersama di lantai. Di beberapa restoran pun biasanya lantai dialasi tikar atau bantal duduk dengan menggunakan meja pendek. Ketika duduk lesehan, menurut etika di Jawa cara duduk yang sopan bagi perempuan adalah dengan bersimpuh, sementara laki-laki bersila. Lalu, hindarilah meletakkan tangan kiri di atas meja saat sedang makan dan sebaiknya ditaruh di paha. 2. Etika berinteraksi saat makan Source Etika makan di Indonesia juga sangat erat dengan budaya Timur, salah satunya dengan mendahulukan orang yang lebih tua atau paling dihormati. Biasanya, orang-orang yang lebih muda akan menunggu orang yang tua untuk mulai mengambil lauk terlebih dahulu. Selain itu, dianjurkan juga untuk membantu mengambilkan makanan atau minuman bagi yang duduk berdekatan. Jika posisi duduk terlau jauh, mintalah tolong dengan sopan kepada orang terdekat untuk mengambilkan. Jangan lupa untuk selalu menggunakan tangan kanan, ya! Baik saat makan, mengambil, dan meletakkan kembali makanan atau minuman. 3. Alat makan Source Di beberapa negara lain, makan menggunakan tangan mungkin dianggap tidak rapi. Namun, di Indonesia makan menggunakan tangan merupakan hal lazim. Asalkan sesuai dengan jenis makanan dan acara jamuan makannya, ya! Untuk makanan berkuah dan jamuan makan yang resmi atau formal tentu saja harus menggunakan sendok dan garpu. Gunakanlah sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri, serta makan tanpa menimbulkan bunyi. 4. Etika sendawa, batuk, bersin Source Saat ingin bersendawa, batuk, dan bersin ketika makan, hendaklah menutup mulut menggunakan tangan. Lapisilah tangan menggunakan tisu atau sapu tangan. Ketika melakukannya, arahkan kepala ke bahu samping atau punggung ke belakang untuk menghindari mengenai orang yang duduk di sebelahmu. Ingat, hindarilah batuk, bersin, dan sendawa dengan posisi menghadap ke makanan di atas meja, ya! Selain itu, seperti yang dikatakan sebelumnya, bersendawa menurut etika makan di Indonesia adalah hal yang jorok atau tidak sopan. Jika memang sendawa tak dapat ditahan, usahakanlah untuk meredam suaranya. 5. Etika bercengkrama saat makan Source Etika makan di Indonesia yang terakhir adalah dalam hal bercengkrama. Mengobrol saat sedang makan dianggap tidak sopan, apalagi jika mulutmu masih penuh dengan makanan. Jika ingin bercengkrama, pastikan kamu sudah menelan makananmu dan mulut sudah kosong. Selain akan membuat orang lain nggak nyaman melihat makanan di mulutmu, hal ini juga menghindari kita dari tersedak ketika berbicara. Itulah lima etika makan di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Apakah kamu selama ini sudah menerapkan etika makan dengan baik? Atau punya pengalaman mengenai etika makan di negara lainnya? Share di kolom komentar, yuk! Cari kost eksklusif dengan harga sewa terjangkau? Yuk, kost di Rukita! Rukita tak hanya membuatmu merasa SenyamanDiRumah, tapi juga berada di lokasi strategis di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Cek video di atas untuk tahu keunggulan Rukita, yuk! Agar cari kost lebih mudah, gunakan aplikasi Rukita yang bisa kamu download di Play Store atau App Store. Mau tanya-tanya tentang kost Rukita? Bisa hubungi langsung ke Nikita customer service Rukita di +62 819-1888-8087 atau kunjungi Jangan lupa follow Instagram Rukita di Rukita_indo dan Twitter Rukita_id supaya nggak ketinggalan diskon dan update terkini!CategoriesTak Berkategori
Sudahkah Sedulur mengetahui apa saja etika makan? Jika belum, yuk mari kita simak ulasannya. Etika makan adalah salah satu hal penting yang wajib diketahui dan dilakukan setiap kali kita makan dalam kehidupan sehari-hari. Selain etika makan adalah sebuah kepatutan dan menunjukan kesopanan, juga sebagai penghargaan terhadap makanan yang kita dapatkan. Selain itu, mengetahui dan menjalankan etika makan juga ada manfaatnya bagi kesehatan tubuh kita. Selain juga sebagai sebuah tradisi baik, etika makan juga dapat memberikan kesehatan kepada tubuh kita saat kita mengkonsumsi makanan. Apa saja etika makan yang dimaksud dan yang wajid Sedulur ketahui dan pelajari? Yuk, mari kita simak ulasannya. Baca Juga Daftar Makanan Khas Surabaya yang Wajib Sedulur Coba Daftar Etika Makan yang Wajib Sedulur Super Ketahui 1. Cuci Tangan Sebelum Makan Etika makan yang pertama adalah cuci tangan sebelum makan. Sebelum menyantap makanan, sebaiknya biasakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Mencuci tangan merupakan hal penting dilakukan ketika akan makan, meskipun makannya menggunakan sendok. Tangan yang kotor berpotensi menimbulkan bibit penyakit yang bisa saja masuk ke dalam mulut bersama dengan makanan, sehingga bisa membahayakan kesehatannya. Selain itu, sangat tidak sopan ketika kita hendak makan namun tangan masih kotor. Tidak ada penghargaan terhadap makanan yang akan kita santap. Selain itu, proses untuk mendapatkan makanan merupakan hal yang penting. Banyak orang yang berusaha susah payah untuk mendapatkan makanan atau untuk dapat makan. Dengan mencuci tangan sebelum makan, merupakan etika makan yang wajib kita lakukan sebelum kita menyantap makanan dan memulai makan. 2. Makan dengan Posisi Duduk yang Benar Etika saat makan selanjutnya adalah makan dengan posisi duduk yang benar. Hal ini biasanya sulit dilakukan bagi anak-anak. Seorang anak biasanya cenderung susah untuk diajak makan dalam keadaan tenang. Apalagi di usia 3-5 tahun, anak-anak tentu banyak bergerak ke sana kemari. Mereka lebih suka makan sambil berjalan ke mana-mana. Etika saat makan seperti ini sangat tidak dibenarkan. Ajarkan dan biasakan anak untuk duduk saat makan, karena selain terkesan lebih sopan, makan dengan duduk akan memudahkan makanan untuk masuk ke dalam sistem pencernaan. Etika saat makan dengan posisi duduk yang benar memberikan manfaat baik bagi kesehatan tubuh, terutama bagian pencernaan. Makanan akan dicerna dengan baik, jika kita memiliki posisi makan yang benar. Walaupun anak-anak sulit untuk diajarkan makan sambil duduk, namun hal tersebut bukan menjadi alasan. Mengajarkan beda dengan membiasakan. Ajarkan untuk makan dengan posisi duduk yang benar dengan membiasakannya. Karena, jika hal baik telah menjadi kebiasaan, hal tersebut akan sulit dilepaskan oleh anak-anak ketika mereka dewasa. Baca Juga Mitos Makan di Indonesia 3. Makan dengan Tangan Kanan Makan dengan tangan kanan merupakan sebuah kesopanan yang berlaku dalam setiap kebudayaan dan keagamaan yang ada. Tidak hanya berkaitan dengan kesopanan, makan menggunakan tangan kanan juga berpengaruh terhadap kesehatan kita. Etika saat makan satu ini sudah menjadi tradisi yang berlangsung sejak lama di budaya timur. Terutama bagi kita orang Indonesia yang memiliki tradisi dan kebudayaan yang tinggi. Walaupun kita seorang yang kidal atau terbiasa dengan tangan kiri dari lahir makan tetap dilakukan dengan tangan kanan. Entah makan menggunakan sendok atau langsung dengan tangan, makan dengan tangan kanan adalah sebuah etika saat makan yang patut kita lakukan. 4. Dilarang Makan Mengeluarkan Bunyi Biasanya, tanpa kita sadari, kita sering kali mengecap atau mengeluarkan bunyi saat sedang makan. Kebiasaan ini biasanya terjadi sejak kita kecil. Karena tidak ada yang memperingatkan, maka kebiasaan ngecap akan terbawa hingga kita besar. Hal ini tentu saja sangat mengganggu dan membuat teman atau kawan-kawan yang ikut makan bersama kita akan risih. Apalagi, jika kita sedang makan bersama pasangan. Jangan sampai pasangan kita jadi ilfil karena kebiasaan ngecap saat makan. Maka dari itu, mulai saat ini cobalah untuk makan dalam diam. Pastikan mulutmu selalu tertutup saat mengunyah. Jika bisa, tutupi mulutmu dengan sebelah tangan sembari mengunyah, jika kita kesulitan mengunyah sambil menutup mulut. Hal ini juga merupakan etika makan yang menunjukan kesopanan kepada teman makan kita. Juga sebuah simbol yang menunjukan penghargaan kita terhadap makanan yang kita dapatkan. 5. Berdoa Sebelum dan Sesudah Makan Etika makan selanjutnya adalah berdoa sebelum dan sesudah makan. Hal ini juga merupakan sebuah etika yang diajarkan oleh setiap ajaran agama. Berdoa sebelum dan sesudah makan adalah bukti rasa syukur kita atas makanan yang kita dapat. Selain sebagai sebuah etika makan, berdoa sebelum dan sesudah makan juga menunjukan bahwa kita menghargai setiap usaha yang kita lakukan untuk mendapatkan makanan yang kita makan. Hal ini yang menjadikan berdoa sebelum dan sesudah makan menjadi salah satu etika makan yang wajib diketahui. Dari daftar etika makan yang dijelaskan di atas, semoga dapat memberikan pengetahuan dan informasi lebih lanjut bagi Sedulur Super. Selain dapat menjadikan Sedulur sebagai pribadi yang lebih sopan dan beradab, etika makan juga akan memberikan Sedulur sebuah pemahaman terkait tradisi dan kebudayaan. Jangan lupa juga untuk mulai membiasakan memakan makanan yang sehat, seperti sayur, buah dan daging. Kombinasikan memakan makanan sehat dengan etika makan yang telah dipejari. Hal ini akan membuat Sedulur lebih menghargai makanan yang dimakan oleh Sedulur. Beli bahan makanan dan sembako di tempat terpercaya dan yang memiliki harga murah namun kualitas tinggi. Hal tersebut bisa Sedulur dapatkan dari Aplikasi Super. Aplikasi Super sebuah platform digital yang menjual sembako dengan harga murah dan kualitas tinggi. Klik di sini untuk mempelajari informasi terkait Aplikasi Super, dan juga mengetahui cara daftar Aplikasi Super. Jangan lupa juga download Aplikasi Super sekarang juga dan mulai belanja sembako menggunakan Aplikasi Super.
 Lifestyle Travel Rabu, 9 Februari 2022 - 1022 WIB VIVA – Setiap negara di dunia tentunya memiliki etika makan masing-masing yang wajib ditaati saat berada di negara tersebut. Tapi, ada sejumlah etika makan yang justru dianggap aneh di beberapa negara. Etika makan atau etiket makan merupakan tata cara dan sopan santun saat makan di meja makan bersama dengan orang lain. Terlebih saat makan dalam jamuan bersama dengan orang yang lebih tua. Bila kamu hendak berlibur atau menyiapkan diri untuk liburan ke negeri orang lain, ada baiknya untuk mempelajari terlebih dahulu bagaimana etika makan di negara tersebut. Karena table manners adalah salah satu cara untuk memperlihatkan rasa hormat kepada orang lain yang sudah menyediakan makanan tersebut. Ada yang dianggap baik atau justru sebaliknya. Nah, berikut adalah ulasan mengenai etika makan teraneh di dunia yang disadur dari berbagai sumber. 1. Menyeruput Makanan untuk Menghargai Koki di Jepang dan Korea Museum ramen di Jepang. Bila sedang mengonsumsi sup atau mie, masyarakat di Jepang dan Korea biasa menikmatinya dengan cara menyeruput makanan tersebut. Cara tersebut dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada koki atau orang yang sudah memasaknya. Bahkan, bila menyeruputnya lebih keras justru akan lebih baik! Wah, kalau di Indonesia tentunya hal ini sudah dibilang tidak sopan. 2. Tidak Menghabiskan Makanan Makanan Sisa Photo Halaman Selanjutnya Bila di Indonesia, semua orang tua biasanya akan memarahi anak-anak yang makan tapi makanannya tidak dihabiskan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk beberapa negara seperti China, Filipina, Kamboja, Korea, Mesir, sampai Thailand. Etika makanan yang satu ini memandang bahwa dengan menghabiskan makanan, artinya tuan rumah tidak memberi cukup makanan.
Dalam makan kita mengenal adanya Etika makan atau Table Manners. Etika ini mungkin lebih sering dikenal orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam hal ini, bisa pengusaha-pengusaha, pejabat, orang penting, juru masak, dan lain-lain. Table manners secara sederhana adalah aturan yang harus dilakukan saat bersantap bersama di meja makan. Etika makan ini tidak ada salahnya jika kita mengetahuinya, jika tidak dapat bermanfaat bagi kita, tentu bisa dapat bermanfaat bagi orang lain. Etika makan diperkenalkan oleh bangsa Eropa yang merupakan aturan standar terutama saat bersantap bersama-sama di sebuah acara resmi atau acara makan bersama di keluarga besar. Meskipun sebenarnya Etika tersebut telah ada jauh sebelum peradaban Eropa menyebar ke seluruh dunia. Setiap negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa aturan dasar yang terdapat di setiap etika makan, yaitu Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan. Berbicara dengan volume suara yang rendah. Tutupi mulut saat batuk atau bersin. Jangan menyandarkan punggung di sandaran kursi. Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan. Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan. Jangan mengejek atau memberitahu seseorang bahwa dia memiliki etika makan yang buruk. Jangan bersedekap di meja makan. Selalu meminta ijin ke empunya acara saat akan meninggalkan meja makan. Jangan menatap mata orang lain saat dia sedang makan. Jangan berbicara di telepon di meja makan. Meminta ijinlah saat anda benar benar harus menjawab telepon, dan meminta maaflah saat kembali. Jangan menimbulkan suara saat memakan sup. Letakkan garpu di sebelah kiri dan garpu disebelah kanan bersama-sama di arah jam 5 di atas piring dengan bagian pisau yang tajam menghadap ke dalam. Ini menandakan bahwa anda telah selesai makan. Lap yang disediakan di atas meja tidak boleh digunakan. Jangan menghilangkan ingus dengan lap tangan. Lap yang disiapkan untuk anda hanya untuk membersihkan mulut bila kotor. Jangan mengambil makanan dari piring orang lain dan jangan memintanya juga. Telan semua makanan yang ada di mulut sebelum minum. Jangan menggunakan tangan saat mengambil makanan yang tersisa di dalam mulut, gunakan tusuk gigi. Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan. Tawarkan ke orang di sebelah anda saat anda akan menuangkan minuman ke gelas anda. Sisakan makanan sedikit bila anda tidak ingin atau tidak sanggup menghabiskan makanan. Tunggu ada aba-aba untuk mulai memakan makanan yang dihidangkan. Menambahkan bumbu setelah mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki. Kecuali di restoran, jangan minta untuk menyingkirkan sisa makanan anda kecuali acara makan sudah selesai dan jangan pernah melakukan bila diundang ke acara formal. Jangan lupakan satu hal yang umum. Jangan lupa untuk selalu mengatakan tolong’ dan terima kasih’ setiap kali anda meminta bantuan. Beberapa etika umum yang harus dilakukan adalah Bila pelayan tidak memberikan anda duduk, duduk dan tariklah bangku dengan dua tangan. Bukalah serbet atau napkin dengan wajar taruh di pangkuan anda. Jika sudah siap memesan menu, lihat daftar menu dengan wajar, jangan terlalu lama. Segera menunjuk menu yang anda pilih. Setelah itu biasanya pelayan mempersilakan anda mencicipi menu pembuka atau Appetizer. Jamuan formal terdiri dari beberapa menu Hidangan Pembuka Appetizer Hidangan Utama Main Course Hidangan Penutup Dessert Hidangan Pembuka Appetizer Sebelum hidangan pembuka disajikan biasanya diatas meja disediakan roti sebagai panganan, anda bisa makan roti ini dengan tangan. Hidangan pembuka biasanya juga terdiri dari dua macam, Hot Appetizer dan Cold Appetizer. Hot Appetizer biasanya Sup. Aduklah sup itu perlahan, jangan dipangku ditangan anda, biarkan tetap diatas meja. Jangan sekali-kali meniup sup. Gunakan sendok sup yang sudah disediakan, biasanya lebih kecil. Cold Appetizer bisa berupa salad, ambil garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan, sekali lagi pilihlah alat makan yang disediakan, biasanya lebih kecil dari alat makan hidangan utama. Janagn ragu-ragu mengelap mulut anda bila ada sisa makanan disana. Jangan mengelap dengan satu tangan. Hidangan Utama Main Course Bila hidangan utama sudah tiba, jangan salah kalau anda sedang diundang jamuan makan ala internasional, umumnya ada dua cara menyantap hidangan utama. Hidangan utama sering berupa daging, steik atau sea food. Bila menggunakan ala Amerika biasanya daging dipotong lebih dahulu baru disantap menggunakan sendok dengan tangan kanan. Cara Eropa lain lagi, biasanya langsung dipotong dengan pisau di tangan kanan lalau memakan dengan garpu di tangan kiri. Hidangan Penutup Dessert Puas menyantap hidangan utama, saatnya anda menikmati hidangan penutup. Hidangan penutup umumnya berupa makanan atau minuman dingin, seperti cocktail, ice cream atau jus. Jangan makan hidangan penutup langsung setelah anda menghabiskan makanan utama. Berilah waktu untuk perut anda. Setelah dirasa cukup dan hidangan penutup sudah siap, amkaan anda bisa menyantapnya. Bila hidangan pentup anda berupa minuman yang ada hiasan diatasnya. Makanlah hiasannya atau sisihakan terlebih dahulu. Baru minum isinya. Serbet Piring utama Mangkok sop dan tatakannya Piring roti dan mentega dengan pisau roti Gelas air Anggur putih Anggur merah Garpu ikan Garpu utama Garpu salad Pisau utama Pisau ikan Sendok sop Sendok makanan pencuci mulut dan garpu kue Perhatikan bahwa posisi garpu salad J disarankan untuk diletakkan disebelah kiri garpu utama I. Bagaimanapun juga untuk jamuan resmi garpu utama digunakan sebelum garpu salad, karena itu sebaiknya para tamu menunggu hidangan utamanya sebelum mengambil salad. Apa yang harus dilakukan Kapan memulai makan Tidak sesuai dengan nasehat orang tua, para pakar etiket malah menganjurkan untuk memulai makan tanpa harus selalu menunggu orang lain – mulailah makan saat makanan hangat disajikan. Untuk makanan dingin atau buffets, tunggulah hingga tuan rumah mempersilakan makan, dan tunggu pula hingga tamu utamanya mulai mengambil makanan. Makanan yang dapat dipegang dengan tangan Roti break slices of bread, rolls and muffins in half or into small pieces by hand before buttering. Daging jika potongan dagingnya tebal, makanlah dengan menggunakan pisau dan garpu. Jika garing, pecahkan dengan garpu dan makanlah dengan tangan. Makan dengan tangan Ikuti pedoman tuan rumah. Jika makanan tersebut disajikan dalam piring, ambil dan letakkan pada piring anda sebelum memakannya. Makanan yang biasanya langsung dimakan dengan tangan jagung pada ikan tongkol, tulang iga, lobster, kepiting dan tiram dengan cangkang terbuka, sayap ayam dan tulang untuk situasi tidak resmi, sandwiches, beberapa jenis buah tertentu, buah zaitun, seledri, roti dan kue kering. Membuang makanan yang terselip dari mulut Serpihan buah zaitun keluarkan dengan hati-hati ke telapak tangan sebelum membuangnya ke piring. Tulang ayam gunakan garpu untuk membuang ke piring. Duri ikan buanglah dengan jari. Bagian yang lebih besar tulang atau makanan yang tidak ingin anda makan keluarkan dengan hati-hati dan tersembunyi ke dalam serbet makan hingga tidak diketahui orang lain. Tata cara untuk minum MUG gelas agak besar tanpa kaki yang digunakan untuk minum kopi, teh atau minuman panas lainnya, biasanya digunakan pada acara tak resmi. Tatakan biasanya disertakan untuk meletakkan sendok kecil, bahkan kadang tidak disediakan sama sekali. Bila disertai tatakan/lepek, biasanya sendok diletakkan dengan posisi menghadap ke bawah atau di sisi piring mentega atau piring makan. Jangan lupa mengeluarkan sendok dari mug pada waktu akan minum. Letakkan teh celup yang sudah dicelupkan ke dalam cangkir yang berisi air panas pada piring alas/tatakan cangkir. Sebelum mereguk es teh manis, es kopi susu, atau jus, jangan lupa singkirkan sendok pengaduk yang berbentuk panjang. Letakkan di tatakan setelah selesai mengaduk minuman. Bila tak tersedia, jangan lupa memintanya. Bila kopi atau teh tumpah, tanyakan apakah bisa mengganti tatakan. Bila tidak memungkinkan, gunakan serbet atau tisu untuk membersihkannya. Hal ini untuk menghidari tumpahan yang lebih banyak atau mengenai baju Anda. Jika disuguhi minuman dengan gelas yang biasa digunakan untuk anggur merah, pegang kaki gelas. Untuk anggur putih, pegang badan gelas untuk menjaga kedinginan minuman tersebut. Bila di gelas minuman terdapat hiasan buah seperti stroberi, ceri, dan lainnya tapi Anda tidak ingin memakannya, boleh disingkirkan. Sebaiknya jangan meniup minuman yang panas untuk mendinginkannya. Agar cepat dingin, Anda bisa mengaduk minuman secara perlahan atau tunggu sampai panasnya berkurang. Berikut adalah pembahasan mengenai Table Maner Etika Makan. Kunjungi Website Resmi Telkom University untuk informasi lebih lanjut Referensi Author Garry Joseph – Aslab Perhotelan 2017
 Lifestyle Kuliner Kamis, 9 Juli 2015 - 0348 WIB - Ketika bepergian ke luar negeri, tak hanya aturan atau hukum tertulis yang harus diketahui. Anda juga wajib mengetahui aturan tak tertulis yang berlaku di negara tersebut, termasuk etika dalam hal menyantap makanan. Itu karena apa yang Anda anggap sopan di negara Anda belum tentu sama di negara lain. Oleh karena itu, simak beberapa etika makan di berbagai negara seperti yang dilansir dari Daily Meal berikut Datang terlambatJika Anda diundang makan di rumah teman atau kerabat, Anda pasti berusaha datang tepat waktu. Namun, jangan terapkan hal ini di Meksiko, Yunani dan Kanada. Masyarakat negara-negara ini terbiasa datang terlambat. Bahkan tuan rumah yang mengundang pun biasanya telah berharap tamu undangan datang terlambat. Di Meksiko, lebih baik Anda tiba setidaknya 30 menit setelah waktu undangan. Jika tidak, bersiaplah untuk perbincangan basa-basi yang tidak Jangan bicara saat makanDi Finlandia, Jepang, dan sejumlah negara di Afrika, bercerita dan mengobrol saat makan adalah perilaku tidak Memberikan tipBudaya memberi uang tip ada di berbagai negara, seperti ketika berkunjung ke sebuah pub di Inggris. Namun, jangan terlalu pelit karena Anda bisa dipelototi bartender. Namun, ada pula negara yang tidak memiliki budaya semacam ini. Di Jepang, memberi tip saat makan di restoran dianggap hal yang tidak sopan dan tidak menghargai juru Mengisi gelasSaat mengonsumsi minuman di kafe, bar, atau restoran di Mesir atau Korea, Anda tidak boleh mengisi gelas sendiri. Teman minum Anda yang harus melakukannya. Begitu pula sebaliknya. Di Prancis, Anda harus menawari orang lain terlebih dahulu sebelum menuangkan minum ke dalam beberapa negara Amerika latin, Anda juga tidak boleh memegang botol wine menggunakan tangan kiri menuangkan minum. Sementara di Korea, wanita tidak boleh menuangkan minuman untuk wanita lain. Intinya, berpikir lebih dulu sebelum menuangkan minuman di mana pun Anda Penggunaan sumpitDi beberapa negara Asia, masyarakat lokalnya memang menggunakan sumpit untuk makan. Namun, banyak pula negara Asia yang tidak memiliki budaya makan dengan sumpit seperti di Filipina. Di Thailand, sumpit pun hanya digunakan untuk menyantap mi. Aturan umum saat menggunakan alat makan ini juga perlu diperhatikan seperti tidak boleh menusukkan sumpit di dalam mangkuk nasi. Di Jepang, menyantap nigiri atau nasi kepal tidak dengan sumpit tapi dengan Penggunaan alat makanTahu kah bahwa menyantap makanan apa pun di Chile harus menggunakan garpu dan pisau? Ya, bahkan ketika Anda makan kentang goreng. Sebaliknya, di Alabama Anda justru akan ditertawakan orang saat makan ayam goreng menggunakan alat Menunggu orang lain sebelum makanIni adalah etika umum yang ada di banyak negara. Anda harus menunggu makanan semua orang di meja datang sebelum mulai melahap makanan. Di Korea, Anda harus menunggu orang yang lebih tua makan lebih dahulu baru Anda boleh menyantap makanan. Meski begitu, di Vietnam Anda harus langsung makan setelah pesanan diantar ke meja Anda. Jika tidak makanan akan menjadi dingin dan hal itu dianggap tidak sopan. Ketahui Kebenaran di Balik Mitos Seputar Makanan Pedas Salah satunya, makanan pedas buat orang ketagihan. 11 Januari 2016
etika makan di indonesia